1. *
Sufi Berdasi
bila ada
yang lebih hitam dari dasi di lehermu
hingga
rumah semutpun kugali
dengan
cakar kuterkam
dengan duri
bila
mungkin ada yang lebih lekat selain
istrimu
hingga
lemah syahwat kudekap
kukayuh butir
tasbih
kuburu
dari
sampan yang paling berlayar adalah
jatimu
yang paling
tua dan tak tahu menua
mahir
mengambing
terjati
menyala
bagi yang telah karib dengan nyala
bagi yang
kata orang hitam: orang hitam
yang
dengkurnya adalah tafakur
yang
sekaumnya para dungu
tahu malu
tanpa
kopiah dikunyah nyanyian-nyanyian resah
sembunyi
sorban di kolong meja di kemeja
dengan
kasturi terlihat rajutan safari
dengan
tanpa paris
harum abis
2. **
Stalagmit
akhirnya bunga rindu yang selalu
tergolek
mesti rela menjelma stalagmit
di dasar sepi yang rumit
kita amat asap mengisi waktu yang
sederhana ini
cahaya purnama, senantiasa unjuk menari pada kalimat tiada
mungkin akan seperti itu hingga kulepas senja
muka murammulah yang jelasjalas membawa
cerita nanar di sini
di tepat runcing mataku
telah kau tipu diriku dengan tetesan
lembut misteri
: dia akan membuatmu nyaman,
dialah yang tahu bagaimana membalut
luka
membelaimu mengikuti detik,
membantumu membersihkan diri
serta menemanimu hingga kau tak akan
pernah merasa tiri
nyatanya semakin memuncak matiku
aku memang senantiasa diam
bukan emas
paling terbenam
bilapun persis ditimbun ditanam
aku lupa nama kedua kakiku
aku benarbenar lupa raung komando
aku lupa nyanyi dan lolongan
aku lupa lembut rayuan
aku hanya akan terus tergolek
hanya mendengar geledek
tanpa cahayanya
tanpa rupa cantiknya
sekarang, silakan meneteslah selalu
carilah lekuk mana yang mampu
membangkitkan syahwatmu
pinggangku berpose sebegini mungkin
lamanya
mungkin sebegini poseku hingga
pinggangku lupa segalanya
3. ***
perahu-perahu
mari
kita merakit perahu sebagus-bagusnya.
dengan
segala lalat yang selalu berputar ketika kita sholat.
mari
kita ukir dan timbang
agar
laut paling dalam sukarela memapahnya hingga hulu yang dituju.
mari
kita tersenyum
menyusun
kabin-kabin yang bukan hanya untuk kita saja yang berdiri
untuk
ibu-ibu yang ikhlas memberi susu saat
dini hari.
mari
kita buat cerobong setinggi mungkin
setinggi
keinginanmu mengalahkan lawan saat bermain dadu
buatlah
sekekarkekarnya agar tak tumbang
menimpa
orang atau diri sendiri.
buatlah
ruang besar dan nyaman untuk kita sekadar berkumpul dan berdansa denganNya.
mari
kita pergi ke lautan
lantunkan
tabik untuk benua dan keegoisan
masukan
batu bara
teriakan
lagulagu kebanggaan Tuhan dalam dadamu hingga membara
dan
cerobong mengeluarkan asapasap hitam
dan
izinkanlah asapasap itu keluar dengan kegigihan.
teriakan
terus lagumu untukNya
jangan
berhenti sampai lenyap material ria dan dengki.
mari
kita nikmati gerakan pinggulnya
propeler
yang pernah kita ukir dan timbang dengan tersenyum
mencabik
keasinan jalan menuju pulang.
air
hanyalah priayi bagi kita.
berbincanglah
dulu bersama arketik agar kita tahan dengan segala kritik
basahi
mukamu oleh atlantik
oleh
perasaan ksatria,
cium
dia dengan hidungmu yang mancung
pergunakan
tanganmu untuk membuka baju dan meraba seluruh kulit pasifik hingga ia
merontakan syahwatnya, dan ingin kau lanjutkan
teruslah
merabanya sampai kau perlu mandi dan keramasi rambutmu dengan hindia
hingga
kakimu membalet di antartika.
4. ****
tangisan
ada berjuta kekhawatiran di wajahmu tentang
tangisan bayi yang tak pula kau mampu menafsirkan kebenarannya. tangisan tidak
selamanya lagu penderitaan. bukan darah yang terkurung antara ari dan jangat.
kau mestinya haru saat aku menangisi kau atau sebangsamu. tangisanku adalah
sungai untuk orang mandi dan mencuci pakaian. air mataku adalah tetesan getah
karet milik petani. rengekanku adalah raung mobilmobil siaga.
ada berjuta kekhawatiran di wajahmu tentang
tangisan bayi yang hampir mampu kau tafsirkan. tangisan adalah kepiluan cinta.
ia muncul saat cinta diciptakan. cinta memapahnya pada garis kerinduan yang
mendera setiap bayi yang lahir dan menua.
tangisan baginya adalah kerabat yang belum tentu menjadi sahabat.
ada berjuta kekhawatiran di wajahmu tentang
tangisan bayi. bayi menangis karena membutuhkan cinta. cintapun demikian rendah
hatinya jika selesai mencuci pakaian dan mandi.
Demikian beberapa puisi karya Ahmad Mupahir. Baca juga:
1.
2.
3.
4.
5.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar