Jumat, 18 Maret 2016

Kumpulan Puisi Karya Ahmad Mupahir

Berikut ini puisi-puisi karya Ahmad Mupahir:


1. *



Sufi Berdasi

bila ada yang lebih hitam dari dasi di lehermu
hingga rumah semutpun kugali
dengan cakar kuterkam
dengan duri

bila mungkin  ada yang lebih lekat selain istrimu
hingga lemah syahwat kudekap
kukayuh butir tasbih
kuburu

dari sampan  yang paling berlayar adalah jatimu
yang paling tua dan tak tahu menua
mahir mengambing
terjati

menyala bagi yang telah karib dengan  nyala
bagi yang kata orang hitam: orang hitam
yang dengkurnya adalah  tafakur
yang sekaumnya para dungu
tahu malu

tanpa kopiah dikunyah nyanyian-nyanyian resah
sembunyi sorban di kolong meja di kemeja
dengan kasturi terlihat rajutan safari
dengan tanpa paris
harum abis

2. ** 



Stalagmit

akhirnya bunga rindu yang selalu tergolek
mesti rela menjelma stalagmit
di dasar sepi yang rumit

kita amat asap mengisi waktu yang sederhana ini
cahaya purnama, senantiasa unjuk menari pada kalimat tiada
mungkin akan seperti itu hingga kulepas senja

muka murammulah yang jelasjalas membawa cerita nanar di sini
di tepat runcing mataku

telah kau tipu diriku dengan tetesan lembut misteri
: dia akan membuatmu nyaman,
dialah yang tahu bagaimana membalut luka
membelaimu mengikuti detik,
membantumu membersihkan diri
serta menemanimu hingga kau tak akan pernah merasa tiri

nyatanya semakin memuncak matiku
aku memang senantiasa diam
bukan emas
paling terbenam
bilapun persis ditimbun ditanam
                     
aku lupa nama kedua kakiku
aku benarbenar lupa raung komando
aku lupa nyanyi dan lolongan
aku lupa lembut rayuan

aku hanya akan terus tergolek
hanya mendengar geledek
tanpa cahayanya
tanpa rupa cantiknya

sekarang, silakan meneteslah selalu
carilah lekuk mana yang mampu membangkitkan syahwatmu
pinggangku berpose sebegini mungkin lamanya
mungkin sebegini poseku hingga pinggangku lupa segalanya

3. ***

perahu-perahu

mari kita merakit perahu sebagus-bagusnya.
dengan segala lalat yang selalu berputar ketika kita sholat.

mari kita ukir dan timbang
agar laut paling dalam sukarela memapahnya hingga hulu yang dituju.

mari kita tersenyum
menyusun kabin-kabin yang bukan hanya untuk kita saja yang berdiri
untuk ibu-ibu  yang ikhlas memberi susu saat dini hari.

mari kita buat cerobong setinggi mungkin
setinggi keinginanmu mengalahkan lawan saat bermain dadu

buatlah sekekarkekarnya agar tak tumbang
menimpa orang atau diri sendiri.

buatlah ruang besar dan nyaman untuk kita sekadar berkumpul dan berdansa denganNya.

mari kita pergi ke lautan
lantunkan tabik untuk benua dan keegoisan

masukan batu bara
teriakan lagulagu kebanggaan Tuhan dalam dadamu hingga membara

dan cerobong mengeluarkan asapasap hitam
dan izinkanlah asapasap itu keluar dengan kegigihan.

teriakan terus lagumu untukNya
jangan berhenti sampai lenyap material ria dan dengki.

mari kita nikmati gerakan pinggulnya
propeler yang pernah kita ukir dan timbang dengan tersenyum
mencabik keasinan jalan menuju pulang.

air hanyalah priayi bagi kita.

berbincanglah dulu bersama arketik agar kita tahan dengan segala kritik

basahi mukamu oleh atlantik
oleh perasaan ksatria,
cium dia dengan hidungmu yang mancung
pergunakan tanganmu untuk membuka baju dan meraba seluruh kulit pasifik hingga ia merontakan syahwatnya, dan ingin kau lanjutkan

teruslah merabanya sampai kau perlu mandi dan keramasi rambutmu dengan hindia
hingga kakimu membalet di antartika.


4. ****

tangisan

ada berjuta kekhawatiran di wajahmu tentang tangisan bayi yang tak pula kau mampu menafsirkan kebenarannya. tangisan tidak selamanya lagu penderitaan. bukan darah yang terkurung antara ari dan jangat. kau mestinya haru saat aku menangisi kau atau sebangsamu. tangisanku adalah sungai untuk orang mandi dan mencuci pakaian. air mataku adalah tetesan getah karet milik petani. rengekanku adalah raung mobilmobil siaga.

ada berjuta kekhawatiran di wajahmu tentang tangisan bayi yang hampir mampu kau tafsirkan. tangisan adalah kepiluan cinta. ia muncul saat cinta diciptakan. cinta memapahnya pada garis kerinduan yang mendera setiap bayi yang lahir dan menua.  tangisan baginya adalah kerabat yang belum tentu menjadi sahabat.

ada berjuta kekhawatiran di wajahmu tentang tangisan bayi. bayi menangis karena membutuhkan cinta. cintapun demikian rendah hatinya jika selesai mencuci pakaian dan mandi.


Demikian beberapa puisi karya Ahmad Mupahir. Baca juga:
1. 
2. 
3. 
4. 
5. 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar